In Memory

In Memory
Kawan SMP 133 Gedangan

Jumat, 11 Mei 2012

MAKALAH SIFAT - SIFAT BAGI ALLAH DAN ROSULNYA

MAKALAH
SIFAT - SIFAT BAGI ALLAH DAN ROSULNYA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
MATERI PAI MTS
Dosen Pembimbing
H. Ghozali Noer, S.H








Oleh :
Toni
Sahria
Usman
Ima Rotul H
Yayak Malmala F

PROGRAM STUDI PAI


2011
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT sang pencipta alam semesta karena berkat rahmat, dan hidayah-Nyalah kita semua diberikan kesehatan.Dan shalawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW karna berkat beliau kita dapat berada pada jalan yang dirhidoi Allah SWT.amin
Dengan pertolongan dan hidah-Nya, resensi ini dapat selesaikan dan disusun berdasarkan kemampuan kami dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semua.
Penulis berharap agar para pembaca dapat memberikan kritikan dan saran yang bersifat positif untuk kesempurnaan resensi ini. Merupakan suatu harapan pula, semoga resensi ini menjadi amal shaleh dan menjadi motifator bagi penulis untuk menyusun makalah ini yang lebih baik dan bermanfaat.



Malang, 29 Maret 2011

Penulis







i
DAFTAR ISI

1. Kata Pengatar.................................................................................................................... i
2. Daftar Isi.......................................................................................................................... ii
3. Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang............................................................................................................ 1
4. Bab II Pembahasan
A. Pengertian Sifat Jaiz Bagi Allah SWT ..................................................................... 3
B. Sifat yang wajib bagi Nabi ....................................................................................... 4
C. Sifat Yang Mustakhil ada ......................................................................................... 6
D. Sifat Jaiz/Yang Harus bagi Nabi / Rasul .................................................................. 6
6. Penutup ............................................................................ ............................................... 7
7. Daftar Pustaka .......................................................................... ....................................... 8









ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ketahuilah, Wahai para penuntut ilmu bahwa sesunguhnya kelurusan ajaran agama islam adalah beribadah kepada Allah secara ikhlas, dan selalu melaksanakan seluruh apa yang di perintahkan dan meninggalkan apa saja yang dilarangnya, dan beribadahlah kepada-Nya dengan pengetahuan dengan menggali segala ilmu agama yang di bawa Rasullullah.kita hidup di dunia ini adalah sementara tiada lain hanya untuk berbati kepada yang kuasa.
Allahberfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
artinya:”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supayamereka beribadah kepada-Ku. (Adz-Dzariyaat1:56)
Telah tahu Kita ketahui bersama bahwasanya Allah menciptakan makhluq ini untuk beribadah kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa jikalau hambanya tiada ber ibadah allah tiada kurang dan rugi, tapi yang rugi hanya hamba yang tiada mau beribadah kepadanya. Ibadah tidak disebut ibadah kecuali bila disertai dengan tauhid (pengesaan) kepada sang khaliq. Sebagaimana shalat, tidaklah disebut shalat bila tidak disertai dengan bersuci. Bila ibadah dicampuri syirik tida mau mentauhidkan sang pencipta, maka rusaklah ibadah itu karna batal keimanannya, sebagaimana rusaknya shalat bila disertai adanya najis.





1
Allah berfirman :
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ
artinya:
” Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka itu kekal di dalam neraka” (At-Taubah: 17)
Oleh karena itu, perlu dipahami bahwa ibadah yang bercampur dengan kesyirikan akan merusak amal ibadah itu sendiri. Dan ibadah yang bercampur dengan syirik itu akan menggugurkan amal itu sendiri sehingga pelakunya menjadi penghuni neraka, dan kekal selama-lamanya.
Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
Artinya:”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampunisegala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapayang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An-Nisaa’: 48)
Marilah kita terus menuntut ilmu tauhid yang sangat menentukan keimana kita kepada Allah SWT. Dengan sekurang2nya mengetahui sifat-sifat Allah yang wajib 20 dan yang mustahil 20 dan yang jaiz 1. dan jangan lupa juga sifat-sifat dari nabi kita ada 4 (empat) yang wajib , dan ada 4 (empat) yang mustahil , dan ada 1 yang jaiz, yang semuanya ini di sebut 50 ‘iktiqat ahlussunnah waljama’ah .
Dan di sini kami akan membahas tentang sifat wajib, mustahil dan sifat jaiz bagi nabi dan juga sifat jaiz bagi Allah SWT. Yang mana judul makalah kami bahas adalah “ Sifat–Sifat Bagi Allah Dan Rpsul-Nya” sebagai tugas semester II mata kuliah Materi PAI MTS. Dan Di bimbing oleh H. Ghozali Noer, S.H.



2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sifat Jaiz Bagi Allah SWT
Adapun Sifat Jaiz Bagi Allah SWT adalah bahwa Allah berbuat apa yang\dikehendaki, seperti dalam Al-Qur’an disebutkan :
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَايَشَاءُ وَيَخْتَارُ
“Dan Tuhanmu menjadikan dan memilih barang siapa apa yang dikehendaki-Nya. (Al-Qashash: 68)
Jadi yang dimaksud dengan sifat jaiz bagi Allah swt. yaitu sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada Allah. Sifat jaiz ini tidak menuntut pasti ada atau pasti tidak ada. Sifat Jaiz Allah hanya ada satu yaitu Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, artinya memperbuat sesuatu yang mungkin terjadi atau tidak memperbuatnya. Maksudnya Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya.
Adapun dalil naqli tentang sifat jaiz bagi Allah SWT antara lain di sebutkan dalam surat Al-Imron Ayat 26 yaitu :
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya :
Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Imron : 26 )



3
B. Sifat yang wajib bagi Nabi
Sifat yang wajib bagi Nabi / Rasul adalah 3 (tiga) tidak termasuk Fathonah dengan dalil : Tidak mungkin Allah SWT mengutus seorang Nabi /Rasul yang bodoh (tidak pintar), namun untuk lebih menentramkan hati, para ulama tetap memasukkan Sifat Fathonah ini sebagai Sifat yang wajib bagi Nabi / Rosul.
Dengan demikian sifat yang wajib kita ketahui (Wajib Aqidah) pada sifat Nabi / Rasul adalah 9 (sembilan), yaitu :
Sifat Wajib ada 4 (empat)
1. Siddiq artinya Benar/ Jujur
Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi. ( QS. Maryam [19] : 50 واذكر فى الكتا ب ابرهيم انه كا ن صد يقا نبيا
Artinya:”ceritakanlah (hai muhammad) kisah ibrohim di dalam Al kitab (al qur’an) ini.sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi (Q.S.19 Maryam 41).

orang Nabi dan Rasul pasti memiliki sifat jujur dalam setiap perkataan, perbuatan dan perilakunya. Maka tidak mungkin seorang Nabi dan Rasul berdusta demi kepentingan sendiri, atau untuk keluarganya.
2. Amanah artinya Dipercaya
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu ( QS. As-Syuaraa [26] : 106-107 )
اد قا ل لهم اخوهم نوح الاتتقون إنى لكم رسول أمين
Artinya:”Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka:” Mengapa kamu tidak bertaqwa?sesungguhnya aku adalah seorang rosul kepercayaan (yang di utus) kepadamu (Q.S.26 Asy Syu’araa’ ayat 106-107)
Nabi dan Rasul adalah Manusia yang selalu memegang amanah apapun yang Allah berikan sekalipun berat untuk disampaikan. Sekalipun nyawa menjadi taruhannya, Nabi dan Rasul akan tetap memegang amanah yang diembannya. Amanah yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul adalah risalah dan syari'at Allah Ta'ala. Maka mustahil para Nabi dan Rasul berkhianat atas amanah yang Allah berikan kepadanya
3. Tabligh artinya Menyampaikan
“Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas." ( QS. Yaasin [36] : 17 )
وما علينا إلا البلاغ المبين
Artinya:”dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.(q.S.36 Yaa siin 17)
Nabi dan Rasul kedua-duanya wajib menyampaikan ajaran dan syari'at yang Allah turunkan melalui wahyu-Nya. Tidak boleh satu ayatpun yang disembunyikan, walau terkadang ayat tersebut menegur sikap atau keputusan Nabi. Maka seorang Nabi dan Rasul tidak ada yang menyembunyikan wahyu Allah dan Mereka selalu mengatakan yang benar walau seringkali kebenaran itu ditolak oleh kaum kafir.
4. Fathonah artinya Pintar (cerdik)
“berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila” ( QS. Al-Qalam [68] : 2 )
وتلك حجتنااتيناهاإبراهيم على قومه نرفع درجات من نشاء إن ربك حكيم عليم
Artinya:”Dan itulah hujan yang kami berikan kepada ibrohim untuk menghadapi temannya.kami tinggikan siapa yang kami kehendaki beberapa derajat.
Nabi dan Rasul dianugerahi kecerdasan yang berasal dari wahyu Allah Ta'ala untuk menjadi bukti kebenaran risalah yang dibawanya adalah benar dari Allah Ta'ala. Maka tidak mungkin Nabi dan Rasul memiliki IQ dibawah standar apalagi lemot. Adapun kenyataan bahwa Nabi Muhammada Shalallahu 'alayhi wa sallam buta huruf, hal itu tidak disebabkan karena Beliau tidak cerdas. Akan tetapi Allah ingin membuktikan pada Kaum Kafir Quraisy bahwa Alquran bukanlah karangan Muhammad Shalallahu 'alayhi wassalam. Dan ini adalah dalil sebagai bukti bahwa Rosulullah tidaklah Gila / bodoh :
“ Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat.” ( QS. Al-Furqon [25] : 20 )




5

C. Sifat Yang Mustakhil ada 4 (empat)
1. Kasib artinya Dusta
2. Khianat artinya Tidak Dipercaya (dengki)
3. Kistman artinya menyembunyikan
4. Baladah Artinya Bodoh
D. Sifat Jaiz/Yang Harus bagi Nabi / Rasul ada 1
Jaiz para Rasul adalah Basyariah artinya berkelakuan seperti manusia biasa. Nabi dan Rasul diperbolehkan makan dan minum, beristri, pergi ke pasar, tidur dan lain sebagainya. Nabi dan Rasul bukanlah Malaikat yang tidak makan dan minum. Hal ini berbeda dengan para Pendeta kaum nasrani atau Budha dan Hindu yang mereka mengharamkan dirinya untuk merasakan nikmatnya hidup dan berumahtangga












6
BAB III
PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan semoga bermanfa’at untuk kita semua dalam mencari keridhoan Allah SWT, dan untuk memantapkan keimanan kita kepada Allah SWT.semoga Allah menghantarkan kita jalan yang lurus yaitu jalan-jalan orang yang di kekehendaki-Nya. amiin ya rabbal’alamiin.

















7
DAFAR PUSTAKA
Mujib, Ahmad.2007. Aqidah Akhlak. Yokyakarta: Transwacana
Alfat, Masan.2003. Aqidah Ahklak Madarasa Tsanawia Kelas 2. Semarang: PT. Karya Toha Putra




















8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar